content top
Tampilkan postingan dengan label Kab. Bangli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kab. Bangli. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Desa Penglipuran - Obyek Wisata di Bali

Desa Penglipuran adalah sebuah desa yang memiliki tatanan yang khas dan berbeda dengan desa-desa adat lainnya yang ada di Bali. Ciri khas desa tersebut terletak pada angkul-angkul (pintu gerbang) rumah penduduknya yang seragam. Ada 76 angkul-angkul yang berasal dari 76 pekarangan rumah yang berjajar rapi dari ujung utara hingga selatan desa. Angka 76 ini menunjukkan 76 keluarga utama atau krama pangarep.

Selain angkul-angkul seragam, desa yang terletak sekitar lima kilometer di utara Bangli ini juga memiliki sejumlah adat dan tradisi unik lainnya. Salah satunya, pantangan bagi kaum lelakinya untuk beristri lebih dari satu atau berpoligami. Lelaki Penglipuran diharuskan menerapkan hidup monogami yakni hanya memiliki seorang istri.

Laki-laki Desa Penglipuran dididik untuk setia kepada satu pasangan saja. Di sini ada awig-awig (aturan adat) yang melarang para lelakinya untuk berpoligami. Jika melanggar, lelaki tersebut akan dikucilkan di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Karang Memadu.

Desa Penglipuran terletak sekitar 45 kilometer arah timur laut Denpasar, atau sekitar 55 kilometer dari Kuta. Jalan ke arah desa ini cukup bagus. Anda dapat mencapainya dengan kendaraan apa pun. Hanya saja Anda tidak bisa membawa kendaraan bermotor di wilayah desa Penglipuran. Peraturan adat melarang kendaraan bermotor masuk ke wilayah desa ini. (jjb)






Danau Batur - Obyek Wisata di Bali

Danau Batur terletak di kaki gunung Batur dan diyakini merupakan sebuah kaldera purba. Kaldera atau kawah raksasa itu diduga terjadi akibat letusan dahsyat gunung Batur ribuan tahun yang lalu. Kaldera itu kini digenangi air yang menjadi sumber air dari sebagian besar lahan pertanian di Bali. Air dari danau ini mengalir ke hampir seluruh sungai besar di Bali seperti sungai Unda di Bali Selatan, sungai Suni di Bali Barat, dan sungai Bayumala di Bali Utara. Dari aliran sungai itulah air Danau Batur kemudian dibagi-bagi dengan tata aturan/organisasi khusus yang disebut subak.

Di pinggir danau ini berdiri Pura Batur sebagai tempat pemujaan Betari Danu, yakni manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian. Dewi Danulah ibu pelindung dari seluruh aktivitas pertanian di Bali.

Pesona wisata Danau Batur tentulah pada pemandangannya yang indah. Kalau Anda ingin menikmati pemandangan indah itu, tempat terbaiknya adalah di daerah Panelokan-Kintamani. Dari trotoar di pinggir jalan raya Bangli-Singaraja, Anda dapat melihat hamparan danau dengan airnya yang biru lembut berpadu sosok Gunung Batur yang kokoh menjulang, dan Bukit Abang yang hijau subur.

Akses jalan menuju Danau Batur sama dengan jalan yang menuju gunung Batur yang letaknya sekitar 75 kilometer di utara Denpasar. Jika Anda berangkat dari Kuta, perjalanan Anda akan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. (jjb)






content top