content top
Tampilkan postingan dengan label Kab. Tabanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kab. Tabanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Danau Beratan - Obyek Wisata di Bali

Danau Beratan adalah danau terbesar di Bali. Danau ini berjajar dengan dua danau lainnya yaitu Tamblingan dan Buyan yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar. Tempat terbaik untuk menikmati keindahan danau ini adalah kawasan Bedugul yang terletak di desa Candikuning, Kabupaten Tabanan. Kawasan ini merupakan perbatasan antara kabupaten Tabanan dan kabupaten Buleleng.

Bedugul berada sekitar 50 kilometer dari Denpasar. Letaknya berada tak jauh dari jalan provinsi yang menghubungkan kota Denpasar dengan kota Singaraja, ibukota kabupaten Buleleng, sehingga sangat mudah dijangkau dengan kendaraan apa pun. Dari Kuta, Anda membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke kawasan wisata yang memiliki suhu rata-rata 18-22 derajat celcius di siang hari, dan 10-16 derajat celcius di malam hari.

Dari Bedugul, pemandangan alam danau Beratan tampak sangat indah. Hamparan danau tersebut membuat mata menjadi sejuk dan nyaman. Di sisi sebelah barat, agak menjorok ke tengah danau terdapat sebuah pura dengan meru menjulang anggun. Namanya pura Ulun Danu, dibangun sekitar abad XVI. Pura ini merupakan tempat pemujaan Dewi Danu atau Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran. Inilah salah satu ikon Bali selain pura Besakih, Tanah Lot, Barong, Legong dan Kecak.

Di sepanjang jalan menuju pura, Anda mendapat suguhan pemangdangan indah dari sebuah hamparan taman yang asri dengan bunga-bunga beraneka ragam. Lalu, setelah melewati jalan setapak, Anda akan tiba di depan gapura besar Pura Ulundanu. Sebelum masuk, tengoklah ke arah kiri, Anda akan menjumpai sebuah candi unik. Itulah candi Buddha yang sampai saat ini masih digunakan sebagai sarana persembahyangan oleh umatnya.

Setelah menikmati keindahan pura Ulundanu, Anda bisa menikmati keindahan danau lebih intens lagi. Caranya dengan berkeliling danau menggunakan perahu. Bisa dengan perahu dayung, bisa juga dengan perahu motor. Anda dapat menyaksikan keindahan alam Bali di tepian danau Beratan. Tapi, keindahan itu tidak akan dapat Anda lihat jika Anda datang pada musim penghujan, apalagi jika baru tiba di danau ini pukul empat sore. Pada saat itu biasanya kabut turun menyaputi seluruh danau. (jjb)






Alas Kedaton - Obyek Wisata di Bali

Alas Kedaton adalah sebuah hutan yang terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga, empat kilometer dari pusat Kota Tabanan. Di hutan ini terdapat sebuah pura yang mempunyai dua keunikan. Pertama, pura ini memiliki empat pintu masuk dari empat penjuru. Padahal lazimnya pura di Bali memiliki satu pintu gerbang utama dengan satu atau dua pintu tambahan. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Ini berbalikan dengan kelaziman yang berlaku di pura mana pun di seluruh Bali.

Di hutan yang mengelilingi pura ini, hidup ratusan kera dan kalong berukuran besar. Kawanan monyet dan kalong yang sewaktu-waktu beterbangan itu menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

Ini adalah kawasan alternatif bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke hutan kera di Sangeh. Di sini Anda bisa berpose sambil memeluk monyet atau memegang kalong raksasa yang telah disiapkan untuk keperluan itu. (jjb)






Senin, 28 Juni 2010

Pura Tanah Lot - Obyek Wisata di Bali

Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

Pura Tanah Lot dibangun oleh seorang Brahmana dari Jawa Timur bernama Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali terhadap ajaran Hindu dan membangun pura ini pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya berpaling pada Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben mengusir Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot.

Sang Brahmana bijaksana tersebut menyanggupi. Namun sebelum meninggalkan Tanah Lot dengan kekuatan yoga semedinya beliau memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai dan membangun pura di sana. Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun tiga kali lebih kuat dari ular kobra. Akhir dari kisah ini menyebutkan bahwa Bendesa Beraben pun menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Tidak semua orang boleh masuk ke dalam pura. Para wisatawan hanya diperbolehkan melongok dari bawah pura. Hanya orang-orang tertentu yang hendak bersembahyang atau melakukan kegiatan keagamaan yang diperkenankan masuk ke dalam pura.

Pura ini terletak di desa Beraban, Tanah Lot berjarak sekitar 13 kilometer sebelah selatan Tabanan, atau 43 kilometer dari Kuta. (jjb)






Pura Taman Ayun - Obyek Wisata di Bali

Pura Taman Ayun adalah pura keluarga Kerajaan Mengwi yang megah dan memiliki panorama indah. Pura yang berdiri di desa Mengwi ini berjarak sekitar 18 kilometer dari Denpasar dan sangat mudah dicapai dengan kendaran bermotor.

Pura Taman Ayun bermula dari pendirian sebuah tempat persembahyangan oleh raja pertama kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Putu yang bergelar Cokorda Sakti Blambangan. Pendiriannya di tahun 1634 itu dimaksudkan untuk menghormati leluhur sang Raja. Sebelum mendapatkan nama Pura Taman Ayun, tempat ini bernama Taman Ganter.

Setelah kerajaan Mengwi makin kuat maka I Gusti Agung Putu memperluas tempat pemujaannya. Lalu Taman Ganter dipindahkan ke tempat yang kini bernama Taman Ayun. Taman Ayun berarti Taman yang Indah. Dan, kompleks pura itu memang indah. Deretan meru yang menjulang itu berpadu dengan taman dan kolam asri yang mengelilingi mengelilinginya. Meru adalah bangunan tempat pemujaan yang terbuat dari kayu dengan atap ijuk yangbersusun-susun. Ada yang bersusun tiga, lima, tujuh, sembilan dan sebelas. Meru tersebut diperuntukkan bagi pemujaan Tuhan dalam berbagai manivestasi dan konsepsi-Nya.

Kompleks Pura dibagi menjadi empat halaman berbeda. Halaman yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Halaman terluar dan terendah disebut jaba, yang terdalam dan tertinggi di sebut jeroan yang merupakan areal paling suci. Di halaman inilah terdapat deretan meru yang menjulang itu. Tiga halaman dari pura ini melambangkan tiga tingkat kosmologi dunia: alam manusia, alam kedewaan, dan alam ketuhanan. Secara keseluruhan, kompleks pura menggambarkan gunung Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu seperti yang termakstub dalam mitologi Hindu.

Pada zaman dahulu, selain sebagai tempat pemujaan, bagian luar dari kompleks Taman Ayun ini juga digunakan sebagai tempat berkumpul para anggota kerajaan.

Pemandangan di areal ini akan lebih indah dinikmati dari ketinggian. Naiklah ke bale kulkul yaitu bangunan yang terdapat di sebelah kiri pintu gerbang, untuk mendapat pandangan yang lebih lapang. (jjb)






Kebun Raya Bedugul - Obyek Wisata di Bali

Kebun Raya Ekakarya terletak di sebelah barat obyek Wisata Bedugul. Kawasan ini merupakan sebuah komplek hutan suaka alam yang ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah taman besar yang indah dan nyaman. Di kalangan masyarakat, Kebun Raya Ekakarya lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bedugul.

Kawasan ini terletak di wilayah desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Dari jalan raya Denpasar menuju Singaraja, kebun raya ini berada di kiri jalan dengan petunjuk besar dipajang di antara gapura masuk kawasan.

Sebagai kebun raya, Kebun Raya Bedugul memiliki 16 ribu tanaman koleksi yang terdiri dari 1.500 jenis, 320 marga, dan 155 suku tumbuhan. Selain itu juga masih ada tumbuhan liar dan berbagai burung. Total luas Kebun Raya Bedugul 154,5 hektar dengan lansekap yang sangat bersahabat di ketinggian 1.250-1.400 di atas permukaan laut.

Hamparan rumputnya seperti menyelimuti permukaan tanah di antara rimbun pepohonan tinggi dan tanaman lainnya. Jangan ragu, seperti pengunjung lain yang duduk-duduk di rerumputan itu, Anda pun dapat duduk bahkan telentang tanpa perlu beralas tikar. Saat ini Kebun Raya Bedugul lebih banyak dikunjungi oleh keluarga-keluarga di akhir pekan.

Berkelilinglah menyusuri hutan. Anda akan merasakan suasana yang sejuk dan menyegarkan. Lorong-lorong yang terbuat oleh barisan pohon-pohon akan membuat Anda seolah berada di negeri khayalan.

Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh. Oleh pengurus kebun raya, jalur tersebut dibagi menjadi lima yaitu Jalur Kuning, Jalur Ungu, Jalur Merah, Jalur Biru, dan Jalur Burung. Jalur Kuning merupakan jalur terusan dari jalur masuk di gerbang utama. Jalur ini melingkar dan nantinya akan berakhir kembali di pintu utama. Di jalur ini Anda akan menemui rimbun pohon cemara pandak yang tinggi menjulang. Pohon-pohon tersebut menjadi inang bagi tumbuhan lain seperti paku dan anggrek. Di jalur ini juga Anda akan melewati bunga bangkai, tanaman pandan, Pura Batu Meringgit, dan dua buah patung yaitu patung Rahwana Jatayu dan patung Kumbakarna Laga.

Jalur Ungu akan membawa Anda melewati berbagai koleksi tanaman anggrek liar di Indonesia dan koleksi kaktus. Ada ribuan jenis anggrek di sini. Sebagian anggrek itu berbunga sepanjang tahun dengan warna merah, jingga, ungu, dan oranye.

Pada Jalur Merah Anda bisa melihat bagaimana susunan rumah tradisional Bali yang unik. Rumah itu lengkap terdiri bangunan-bangunan kecil yang terpisah dalam satu kesatuan. Di jalur ini juga Anda bisa melihat tanaman tradisional yang digunakan masyarakat Bali sehari-hari seperti makanan, pakaian dan serat, obat, bumbu masak, bahan bangunan, mainan, hingga bahan upacara.

Menyusuri Jalur Merah kita akan mengelilingi taman tumbuhan paku. Di jalur ini terdapat berjenis tanaman paku seperti paku pohon, paku rane, paku sarang burung, paku belalai gajah, dan banyak lagi.

Jalur terakhir, Jalur Burung yang dirancang sedemikian rupa agar Anda bisa melihat burung-burung langsung di habitatnya. (jjb)






content top